Tampilkan postingan dengan label Cartesian Join. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cartesian Join. Tampilkan semua postingan

Field atau kolom(coloumn) harus memiliki type data.
Sifat dari field adalah:

    1. Berfungsi sabagai PRIMARY KEY

    Contoh: kode_buku adalah primary key table karyawan

    2. Berfungsi sebagai FOREIGN KEY

    Foreign key dari sebuah teble akan mereferensi atau mengacu ketable lain sehingga kedua table tersebutsaling berhubungan satu sama lain. Foreign key akan mereferensi ke primary key table lain. Foreign key biasanya digunakan untuk menghindari adanya kesalahan dalam menginput data. Misal,seorang user menginputkan kode_buku(priymary key) 10,padahal dalam database tidak ada kode tersebut maka database akan menolak. Foreign key juga berfungsi untuk mencegah terjadinya manipulasi data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.



    3. Unik

    4. AutoIncrement

    Ada field-field tertentu yang tidak perlu kita isi tetapi system akan memasukan data ke field tersebut,misalnya nomor urut. System akan memasukkan nomor urut secara otomatis dan akan bertambah nilainya.



    5. Memiliki nilai default

    Jika kita tidak mengisikan data ke field dalam table,maka kita bias mamberikan nilai default.



    6. Autocompute

    Database akan melakukan perhitungan secara otomatis.



    7. NullAble

    NullAble(null) maka field boleh dikosongkan.

3 level arsitektur basis data:

    1. Laval fisik/internal
    Level ini merupakan level yang paling rendah yang menggambarkan bagaimana data disimpan secara fisik. Missal kita mamiliki data pegawai, data tersebut disimpan didalam disk berdasarkan atribut-atribut didalamnya.

    2. Level konseptual/logika
    Pada level ini menggambarkan basis data pada hubungan atau relasi antar entitas yang biasanya digambarkan dengan diagram-diagram/model

    3. Level pandangan pengguna (User View Level)/Eksternal
    Level ini adalah level tertinggi yang menggambarkan sebagian saja yang dilihat dan dari keseluruhan data base. Hal ini desebabkan dari beberapa pengguna(end user,programmer,DBA) sesuai dengan bahasa yang digunakan (tidak semua dibutuhkan).
      a. Programmer : bahsa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti Java,C,COBOL dll.

      b. End user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. Pada level ini user dibatasi pada perangkat keras maupun lunak yang digunakan pada basis data.

Setelah kebutuhan dikumpulkan,analisis terhadap kebutuhan analisis dilakukan dengan beberapa alat (tools)seperti :

1. DFD(Data Flow Diagram)

DFD memberi gambaran bagaimana data berubah sejalan dengan alirannya dalam sistem dan menggambarkan fungsi-fungsi yang mengubah data-data

2. ERD(Entity Relationship Diagram)

Menggambarkan relasi object-object data

3. STD(State Trantition Diagram)

Menggambarkan bagaimana kerja system melalui kondisi(state) dan kejadian yang menyebabkan kondisi berubah. STD juga menggambarkan aksi yang dilakukan karena kejadian tertentu.

Join merupakan sebuah operasi yang digunakan untuk mendapatkan data gabungan dari dua tabel atau lebih. Operasi ini digunakan dalam operasi SELECT dan biasanya dipakai untuk memperoleh detail data dari tabel-tabel yang saling terkait(memiliki relasi).
Macam-macam join:
  1. Cross Join/Cartesian Join
    Menghasilkan kombinasi semua baris yang terdapat dalam tabel yang digabungkan baik yang tidak berpasangan maupun yang berpasangan.
    SELECT field1, field2,… FROM tabel1,tabel2
    Contoh:
    SELECT A.ID_Nasabah,A.Nama,B.Saldo FROM Nasabah A,Saldo B

  2. Inner Join
    Jenis ini akan menghasilkan output yang berupa kombinasi baris-baris yang memiliki pasangan saja,baris yang bukan pasangan dieliminasi.
    Yang perlu diperhatikan ketika menjoinkan beberapa tabel adalah:
    • Tentukan kolom-kolom yang akan ditampilkan
    • Kelompokkan kolom-kolom tersebut berdasarkan tabel
    • Tentukan kolom yang sama (saling mereferensi) dari tabel-tabel yang akan dijoinkan
    • Kolom yang sama tersebut menjadi kondisi join dari tabel yang dipilih
    • Mengaliaskan nama tabel
    • Bila diperlukan tentukan kondisi atau syarat yang harus ada

    1. Inner Join Style Lama
      SELECT * FROM Nasabah,Rekening WHERE Nasabah.ID_nasabah=Rekening.ID_nasabah
    2. Innerjoin Style Baru
      SELECT * FROM Nasabah JOIN Rekening ON Nasabah.ID_nasabah=Rekening.ID_nasabah

  3. Outer Join
    Hampirsama dengan Inner Join hanyasaja baris yang tidak memiliki pasangan tetap akan ditampilkan.
    Join ini di kelompokkan menjadi:
    1. Left Outer Join
      Bila baris pada tabel yang teletak disebelah kiri operator Left Outer Join ada yang tidak memiliki pasangan dengan tabel yang terletak dikanan operator Left Outer Join,baris ini disertakan dalam hasil penggabungan.
      SELECT field1,field2,...FROM tabel1 LEFT OUTER JOIN tabel2 ON tabel1.field(PK)=tabel2.field(FK)


    2. Right Outer Join
      Bila baris pada tabel yang teletak disebelah kanan operator Right Outer Join ada yang tidak memiliki pasangan dengan tabel yang terletak dikanan operator Right Outer Join,baris ini disertakan dalam hasil penggabungan.
      SELECT field1,field2,...FROM tabel1 RIGHT OUTER JOIN tabel2 ON tabel1.field(PK)=tabel2.field(FK)

    3. Full Outer Join
      Join ini merupakan gabungan dari Left dan Right Outer Join
      SELECT field1,field2,...FROM tabel1 FULL OUTER JOIN tabel2 ON tabel1.field(PK)=tabel2.field(FK)